Rabu, 20 Oktober 2010 di 00.27 | 0 komentar  
Diagnosis dan Pengobatan Hiperemesis Gravidarum

Untuk menetapkan kejadian hiperemesis gravidarum tidaklah sukar, yaitu dengan menentukan kehamilan dan adanya muntah berlebihan yang sampai menimbulkan gangguan aktivitas hidup sehari-hari dan dehidrasi. Muntah yang terus-menerus tanpa pengobatan dapat menimbulkan gangguan tumbuh-kembang janin dalam rahim dengan manifestasi klinisnya. Oleh karena itu, hiperemesis gravidarum berkelanjutan harus dicegah dan harus diobati secara yang adekuat.

Kemungkinan penyakit lain yang menyertai kehamilan harus dipikirkan dan berkonsultasi dengan dokter tentang penyakit hati, penyakit ginjal, dan penyakit tukak lambung. Pemeriksaan laboratorium dapat membedakan tiga kemungkinan kehamilan yang disertai penyakit.
Pengobatan yang baik pada emesis gravidarum dapat mencegah hiperemesis gravidarum. Dalam keadaan muntah berlebihan dan dehidrasi ringan, penderita emesis gravidarum sebaiknya dirawat sehingga dapat mencegah hiperemesis gravidarum. Konsep pengobatan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut.
1. Isolasi dan pengobatan psikologis. Dengan melakukan isolasi di ruangan sudah dapat menenangkan ibu hamil karena perubahan suasana dari lingkungan rumah tangga. Petugas dapat memberi komunikasi, informasi, dan edukasi tentang berbagai masalah berkaitan dengan kehamilan.

2. Pemberian cairan pengganti. Cairan pengganti dapat diberikan dalam keadaan darurat sehingga keadaan dehidrasi dapat diatasi. Cairan pengganti yang diberikan adalah glukosa 5% sampai 10% dengan keuntungan dapat mengganti cairan yang hilang dan berfungsi sebagai sumber energi sehingga terjadi perubahan metabolisme dari lemak menjadi protein menuju ke arah pemecahan glukosa. Cairan tersebut dapat ditambah vitamin C, B kompleks, atau kalium yang diperlukan untuk kelancaran metabolisme. Selama pemberian cairan hams memerhatikan keseimbangan cairan yang masuk dan keluar melalui kateter, nadi, tekanan darah, suhu, dan pernapasan. Lancarnya pengeluaran urine memberi petunjuk bahwa keadaan ibu hamil berangsur-angsur membaik. Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan darah, urine, dan bila memungkinkan pemeriksaan fungsi hati dan ginjal. Bila muntah berkurang dan kesadaran membaik, ibu hamil dapat diberikan makan minum dan mobilisasi.

3. Pemberian obat. Pemberian obat pada hiperemesis gravidarum sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sehingga dapat dipilih obat yang tidak bersifat teratogenik (dapat menyebabkan kelainan kongenital atau cacat bawaan bayi). Komponen (susunan obat) yang dapat diberikan adalah:
  • sedatif ringan (fenobarbital [Luminal] 30 mg, Valium);
  • anti-alergi (antihistamin, Dramamine, Avomin);
  • obat antimual/anti-muntah (Mediamer B6, Emetrole, Stemetil, Avopreg);
  • vitamin, terutama vitamin B kompleks dan vitamin C.
4. Menghentikan kehamilan. Pada beberapa kasus, pengobatan hiperemesis gravidarum yang tidak berhasil justru mengakibatkan terjadinya kemunduran dan keadaan semakin menurun sehingga diperlukan pertimbangan untuk melakukan pengguguran kandungan. Keadaan yang memerlukan pertimbangan pengguguran kandungan adalah:
  • gangguan kejiwaan (delirium, apati, somnolen sampai koma, terjadi gangguan jiwa ensefalopati Wernicke);
  • gangguan penglihatan (perdarahan retina, kemunduran penglihatan);
  • gangguan faal (hati [ikterus], ginjal [anuria], jantung dan pembuluh darah nadi meningkat, tekanan darah menurun
Dengan memerhatikan keadaan tersebut, pengguguran kandungan dapat dipertimbangkan pada hiperemesis gravidarum.

Prognosis dan Sikap Bidan
Sebagian besar emesis gravidarum dapat diatasi dengan berobat jalan sehingga sangat sedikit memerlukan pengobatan di rumah sakit. Penderita hiperemesis gravidarum yang dirawat di rumah sakit, hampir seluruhnya dapat dipulangkan dengan memuaskan sehingga kehamilannya dapat diteruskan. Bidan di desa dengan POLINDES dapat merawat ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum. Dalam perawatan perlu dilakukan konsultasi dengan dokter.

Sumber/Daftar Pustaka :
1. Buku Ajar Patologi Obstetri Oleh dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, SpOG, dkk
2. http://fkunhas.com/

Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (isi di ChatBox)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

morat
Diposting oleh Rendra & Urakom
Diagnosis & Penatalaksanaan Ruptur Uterus

Ruptur uterus dibedakan dari dehisens. Ruptur uterus mengacu kepada pemisahan insisi uterus lama disertai ruptur mernbran janin sehingga rongga uterus dan rongga peritoneum berhubungan. Seluruh atau sebagian dari janin atau plascnta menonjol ke dalam rongga peritoneum. Pada dehisens uterus, membran janin utuh dan janin atau plascnta, atau keduanya, tidak keluar ke dalam rongga peritoneum ibu. Pemisahan jaringan parut semacam ini sering disebut sebagai “jendela”.

Ruptur uterus umumnya bermanifestasi sebagai deselerasi denyut jantung janin. Kurang dari 10 persen wanita yang mengalami ruptur uterus mengalarni nyeri dan perdarahan sebagai temuan utama. Temuan klinis lain yang berkaitan dengan ruptur uterus adalah iritasi diafragma akibat hemoperitoneum dan tidak diketahuinya tinggi janin yang terdcteksi sewaktu pemeriksaan dalam. Beberapa wanita mengalami penghentian kontraksi setelah ruptur .

Penatalaksanaan ruptur uterus antara lain adalah sesar darurat atas indikasi gawat janin, terapi perdarahan ibu, dan perbaikan defek uterus atau histerektomi jika perbaikan dianggap tidak mungkin.

Sumber/Daftar Putaka : Obstetri Williams

Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (isi di ChatBox)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

morat
Diposting oleh Rendra & Urakom
Cara memperkirakan kehamilan anak kembar (gemelli)

Bagaimana cara memperkirakan kehamilan anak kembar (gemelli) ?. Kehamilan anak kembar dapat diperkirakan melalui tanda berikut:
  1. Perut lebih besar dari usia kehamilan.
  2. Meraba tiga bagian besar (bokong/kepala), dua bagian berdampingan, dan banyak bagian kecil.
  3. Mendengar DJJ-denyut jantung janin (punctum maksimum dua tempat), dengan perbedaan denyut lebih dari 10 kali/menit.
  4. Pada hasil rontgen, terlihat dua kerangka janin.
Letak janin dibagi menjadi situs (letak membujur/melintang), habitus (fleksi/defleksi), posisi (menentukan letak kepala), presentasi (menentukan bagian terendah [letak kepala, letak sungsang, atau letak lintang). Letak belakang kepala ditemukan pada 95% kehamilan karena sesuai dengan sumbu uterus. Fundus uteri merupakan tempat yang luas sehingga sesuai dengan bokong. Kepala merupakan bagian yang berat sehingga berada di bawah. Kepala bayi sesuai untuk pintu atas panggul (PAP). Jumlah janin dengan letak sungsang sebesar 3,5%, letak lintang 0,5%, dan punggung kiri dua kali lebih banyak daripada punggung kanan.

Kehamilan ekstrauterin biasanya tidak sampai aterm, tetapi pada bulan kedua dan ketiga, kehamilan ini akan terganggu. panda kehamilan ekstra-uterin yang lanjut meliputi bagian anak mudah sekali dipalpasi, denyut jantung janin lebih jelas, biasanya ada kelainan letak anak, ligamentum rotundum tidak ada perubahan, tumor uterus teraba selain bayi, uji oksitosin negatif (disuntik 2U pitosin dalam glukosa 5% IV uterus tidak berkontraksi), pemeriksaan per vagina, uterus tidak ada pembesaran. Melalui hasil rontgen, diketahui janin berada di rongga perut dan uterus di samping janin.
Keadaan umum ibu tentu sangat memengaruhi prognosis kehamilan dan persalinan. Ibu yang lemah atau sakit keras tentu tidak dapat diharapkan menyelesaikan persalinan.

Sumber : Kehamilan normal Seri asuhan kebidanan Oleh Hj. Saminem, SKM

Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (isi di ChatBox)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

morat
Diposting oleh Rendra & Urakom
Selasa, 19 Oktober 2010 di 23.49 | 0 komentar  
Artikel tentang Emboli Air Ketuban (EAK)

Kutipan Pengertian EAK

Emboli air ketuban (EAK) adalah darurat obstetri langka di mana ia menduga bahwa cairan ketuban, sel-sel janin, rambut, atau sampah lainnya memasuki sirkulasi ibu, menyebabkan runtuhnya kardiorespirasi.[...]

Mengenai Emboli Air Ketuban (EAK) untuk lebih lanjut silahkan download link di bawah ini :

Emboli Air Ketuban.doc

Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (isi di ChatBox)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

morat
Diposting oleh Rendra & Urakom
Ilmu Kebidanan mengenai "Fisiologi Kardiovaskuler Ibu"

Definisi

Perubahan fisiologi dan anatomi berkembang pada banyak system organ dengan terjadinya kehamilan dan persalinan. Perubahan awal terjadi pada perubahan metabolik oleh karena adanya janin, plasenta dan uterus dan terutama kenaikan hormon kehamilan seperti progesteron dan estrogen. Perubahan selanjutnya, pada kehamilan mid trimester adalah perubahan anatomi disebabkan oleh tekanan akibat berkembangnya uterus.[...]

Selanjutnya untuk lebih jelasnya, silahkah download link dibawah ini :

Fisiologi Kardiovaskuler Ibu Hamil.doc

Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (isi di ChatBox)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

morat
Diposting oleh Rendra & Urakom
Ilmu Kebidanan mengenai "Hamil Kembar"

Berikut kutipan dalam arti Definisi

Kehamilan kembar atau kehamilan multipel ialah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan multipel dapat berupa kehamilan ganda/ gemelli (2 janin), triplet (3 janin), kuadruplet (4 janin), Quintiplet (5 janin ) dan seterusnya dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang sesuai dengan hokum Hellin. Hukum Hellin menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan ganda dan tunggal adalah 1 : 89, untuk triplet 1 : 892, untuk kuadruplet 1 : 893, dan seterusnya. Kehamilan tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri, dokter dan masyarakat pada umumnya. Morbiditas dan mortalitas mengalami peningkatan yang nyata pada kehamilan dengan janin ganda, oleh karena itu mempertimbangkan kehamilan ganda sebagai kehamilan dengan komplikasi bukanlah hal yang berlebihan.[...]

Selanjutnya silahkan dowload link dibawah ini untuk mengetahui isi judul tersebut.

HAMIL KEMBAR.doc

Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (isi di ChatBox)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

morat
Diposting oleh Rendra & Urakom
Judul : ANGKA KEMATIAN IBU Dan ANGKA KEMATIAN BAYI

Kutipan dalam BAB I

Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi merupakan barometer pelayanan kesehatan disuatu negara, bila angkanya masih tinggi, berarti pelayanan kesehatan di negara itu dikategorikan belum baik. Rata-rata angka kematian ibu pada tahun 1992 sebesar 425 per 100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2002/2003 angka kematian ibu masih berada pada angka 307 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi di Indonesia pada tahun 1995 sebesar 55 per 1000 kelahiran hidup. Walaupun dari tahun ke tahun AKI dan AKB mengalami penurunan tetapi masih jauh dari angka yang diharapkan. AKI yang diharapkan 2010 adalah 125 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB yang diharapkan pada tahun 2010 adalah 125 per 100.00 kelahiran hidup.[...]

Selanjutnya untuk mengetahui makalah tersebut, silahkan download link di bawah ini :

MAKALAH AKBID KOMUNITAS.doc

Jika mengalami kesulitan dalam membuka file makalah tersebut, silahkan hubungi e-mail : rendra_dewata@yahoo.com atau morat_marit2010@yahoo.co.id

Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (isi di ChatBox)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

morat
Diposting oleh Rendra & Urakom
RENDRA and URAKOM 2010 Blog Morat-Marit, Karanganyar. Solo Jawa Tengah © 2010 Programer By Rendra Dewa Dewita 2008, Blog. All rights reserved. blogger templates