Kamis, 13 Mei 2010
di
00.17
|
Kutipan dari Pendahuluan Alenia 1 pada Gangguan Makan Pasca Kemoterapi & Radiasi
Mengonsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi khususnya pada penderita kanker bertujuan untuk menghambat penurunan berat badan secara berlebihan dan mencapai serta mempertahankan status gizi yang optimal. Diet merupakan bagian yang penting dari terapi pada kanker. Mengkonsumsi makanan yang baik sebelum, selama dan setelah terapi dapat membantu pasien merasa lebih baik dan bertahan lebih kuat. Terapi pada kanker terdiri dari kemoterapi, radiasi, transpalantasi sumsum tulang belakang, imunoterapi dan operasi. Dari setiap terapi pada kanker memiliki efek samping masing–masing yang dapat menyebabkan masalah makan. Efek samping dari terpi kanker antara lain faktor psikologis berupa stress dan depresi, perubahan rasa kecap, mual, muntah, maslah mengunyah dan menelan, tidak nafsu makan, menurunnya produksi air liur, mulut kering, diare dan esophagitis. (Sumber data dari : gizi.net)
Selanjutnya download link di bawah ini :
Artikel tentang Gangguan makan paska kemoterapi.rar
Password buka file RAR : artikel
Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (Sertakan Nama Anda)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

Diposting oleh
Rendra & Urakom
Kutipan dari PENDAHULUAN dalam Alenia 1
Pemberian makanan pada bayi dan anak usia 0-24 bulan yang optimal menurut Global Strategy on Infant and Young Child Feeding (WHO/Unicef, 2002) adalah: menyusui bayi segera setelah lahir; memberikan ASI eksklusif yaitu hanya ASI saja tanpa makanan dan minuman lain sampai bayi berumur 6 bulan; memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat dan adekuat sejak usia 6 bulan; dan tetap meneruskan pemberian ASI sampai usia anak 24 bulan. Di Indonesia, Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 450/MENKES/SK/IV/2004 menetapkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif bagi bayi sejak lahir sampai dengan berumur enam bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai. (Sumber Artikel dari gizi.net)
Selanjutnya download link di bawah ini :
Artikel tentang ASI.rar
Password buka file RAR : artikel
Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (Sertakan Nama Anda)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

Diposting oleh
Rendra & Urakom
Rabu, 12 Mei 2010
di
23.57
|
Mencoba posting Makalah...
Melakukan Pengendalian Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Melalui Pola Makan Bergizi Seimbang
Kutipan dari Pendahuluan pada Alenia 1 dan 2
Perubahan pola makan menjurus ke sajian siap santap yang tidak sehat dan tidak seimbang karena mengandung kalori, lemak, protein, dan garam tinggi tapi rendah serat pangan (dietary fiber), membawa konsekuensi terhadap kejadian perubahan status gizi menuju gizi lebih dan obes yang secara umum disebut obesitas dan berkembangnya penyakit degeneratif (jantung, diabetes mellitus, kanker, dan hipertensi). Berdasarkan hasil Riskesdas 2007 prevalensi obesitas nasional 19,1%. Pada umumnya perempuan (23,8%) lebih banyak menderita obesitas dibandingkan dengan pria (13,9%). Sedangkan obesitas sentral yang erat kaitannya dengan penyakit degeneratif untuk laki-laki dengan Lingkar Pinggang (LP) di atas 90 cm atau perempuan dengan LP diatas 80 cm dinyatakan sebagai obesitas sentral (WHO Asia –Pasifik, 2005). Prevalensi obesitas sentral tingkat nasional adalah 18,8%.
Data Susenas 2004 tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, menunjukkan bahwa Hampir seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas (99%) kurang mengkonsumsi sayur dan buah, 54% penduduk Indonesia terpapar 3 faktor risiko (merokok, kurang konsumsi sayur dan buah, serta kurang aktifitas fisik). Konsumsi garam meningkat 6,3 g/kapita/ hari tahun dari 5,6 g/kapita/hr (Susenas 1999).
Selanjutnya download link di bawah ini :
Melakukan Pengendalian Penyakit Jantung.doc
Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (Sertakan Nama Anda)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

Diposting oleh
Rendra & Urakom
Diposting oleh
Rendra & Urakom
Diposting oleh
Rendra & Urakom
Kutipan pada PATOFISIOLOGIS
Suatu manifestasi neurologi yang umum dan timbul secara mendadak sebagai akibat adanya gangguan suplai darah ke otak. Definisi lain menyatakan bahwa stroke adalah disfungsi neurologi akut disebabakan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah otak yang terganggu. Sedangkan stroke hemoragik adalah Stroke yang terjadi karena perdarahan subarachnoid, mungkin disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak pada daerah tertentu. Biasanya terjadi saat pasien melakukan aktifitas atau saat aktif tetapi bisa juga terjadi saat istirahat. Kesadaran pasien umumnya menurun.
Selanjutnya download link di bawah ini :
Asuhan Keperawatan pada Klien Dengan Meningoensefalitis.rarPassword file RAR : akper
Tinggalkan Komentar, Pesan dan Kritik (Sertakan Nama Anda)
Tim AstalaVista Malangan - UraKom Karanganyar

Diposting oleh
Rendra & Urakom
Diposting oleh
Rendra & Urakom